Jumat, 28 Oktober 2011

0 Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan?

Ketika penulis menggunakan kalimat Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan untuk judul buku ini, banyak orang bertanya, “Masa iya sih?” Banyak orang merasa telah berdoa dengan tekun dan khusyuk, setiap hari, pagi dan malam, namun Tuhan seolah tak kunjung menjawab doa mereka. Sampai akhirnya mereka bertanya kepada saya, kenapa kita harus berdoa kepada Tuhan?
Perlu diingat, Dia selalu mengabulkan apa yang kita minta. Hanya saja Tuhan lebih tahu kapan dia mewujudkan doa kita dan Dia selalu memberikannya dalam bentuk yang lebih baik daripada yang kita minta.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an, Surat Al-Qashash, ayat 77, “Dan carilah dengan rezeki yang diberikan Allah kepadamu, kebahagiaan di Akhirat. Dan jangan kamu lupakan bahagiamu (kemakmuran) di Dunia. Berbuat baiklah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat bencana di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat binasa.”
Di dalam kehidupan ini, kita tidak mungkin memiliki segalanya yang ada di dalam dunia kita yang besar dan indah ini. Anda perlu membuat suatu pilihan, Anda harus memilih. Dalam kaitannya dengan sebuah pilihan hidup ini, pada umumnya manusia meminta pertimbangan kepada Sang Maha Kuasa, penguasa alam dan seisinya ini, dalam bentuk permohonan kepada Tuhan Allah, yang lebih sering disebut Doa itu. Setiap orang di dalam kehidupannya saya yakin pasti selalu berdoa, atau setidaknya pernah berdoa. Saya ingat ada firman Tuhan seperti ini:
Berdoalah kepadaKu, maka akan Aku kabulkan doamu”.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah; kenapa banyak orang merasa doa permintaannya ke Tuhan selalu gagal? Kok Tuhan tega menolak permintaan ummatNya? Apakah Tuhan ingkar janji? Sekarang, saya berani pastikan kepada Anda, Tuhan tidak pernah ingkar janji. Tuhan adalah Dzat yang Maha Suci, jadi Dia tidak akan mengingkari janjiNya. Setiap janji Tuhan pasti akan dipenuhiNya.
Jadi, kenapa doa kita tidak dikabulkan? Banyak orang berdoa minta kekayaan, tapi kemiskinan yang didapat. Minta kesehatan, tetapi malah sakit-sakitan. Minta kesuksesan, tapi malah gagal terus menerus. Kenapa? Saya akan beritahukan kepada Anda, apa sebab suatu doa tidak terkabul. Penyebabnya sebenarnya adalah diri kita sendiri. Keyakinan diri kita sendiri terhadap isi doa dan keyakinan bahwa Tuhan akan membantu serta mengabulkan doa kita adalah faktor penentu terkabulnya permintaan keinginan kita.
Saya ingat seorang ustadz pernah mengatakan tentang firman Tuhan sebagai berikut:Aku adalah seperti apa pun yang diprasangkakan hambaKu kepadaKu”. Jadi dari firman Tuhan tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Tuhan akan mengikuti saja apa yang manusia pikirkan mengenai Dia. Apapun prasangka manusia kepada Tuhan, Dia pasti mengikutinya.
Pasti di setiap doa kita, selalu meminta kepada Tuhan rejeki yang melimpah, agar kita bisa hidup enak dan bahagia. Dan, ternyata itu tidak pernah terjadi. Mengapa? Masih banyak orang yang merasa, bahwa betapa sulitnya mereka mencari rejeki untuk kehidupannya sendiri. Sangat banyak diantara kita, yang kebingungan mencari cara untuk memperoleh rejeki. Bekerja dengan sangat keras, semata-mata untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak, tetapi tetap saja hanya memperoleh sangat sedikit, atau bahkan tidak mendapatkannya sama sekali.
Dalam hal ini, penulis mengingatkan kepada kita semua, termasuk juga diri saya sendiri; bahwa sebenarnya Tuhan selalu mengabulkan doa setiap manusia, dengan melalui 3 (tiga) cara, yaitu:
  1. Doa yang secara langsung dikabulkan:
    Ini bisa langsung dinikmati oleh orang yang berdoa, diberikan Tuhan sesuai dengan apa yang didoakan tersebut. Ini biasanya doanya para ulama/kyai, wali Tuhan, nabi, dan rasul.
  2. Doa yang dikabulkan dengan cara digantikan:
    Keinginan doa tersebut, diganti oleh Tuhan dengan suatu hal yang pasti lebih baik. Misalnya, orang berdoa untuk memperoleh uang banyak, dan doanya diganti oleh Tuhan dengan menyelamatkannya dari marabahaya yang mengancam jiwanya.
  3. Doa yang dikabulkan dengan cara digantungkan:
    Inilah sebenarnya doa yang dikabulkan untuk sebagian besar umat manusia, termasuk kita semua yang merasa sebagai manusia biasa. Doa yang digantungkan, artinya adalah, bahwa doa yang kita panjatkan kepada Tuhan tersebut “sudah dikabulkan oleh Tuhan”, tetapi dalam kondisi “masih menggantung di atas”, yang harus kita raih jika kita ingin segera mendapatkan hasil dari doa kita.
    Istilah “digantungkan” ini, memberikan pemahaman bagi setiap orang, bahwa diperlukan suatu upaya semaksimal mungkin dari diri kita masing-masing; untuk meraih “yang digantungkan tersebut”. Jika kita tetap berusaha dengan gigih, fokus, pantang menyerah dan selalu bersemangat positif, maka niscaya akhirnya doa kita pasti bisa kita dapatkan. Setinggi apapun Tuhan menggantungkan “doa yang telah dikabulkan-Nya”, pasti kita dapat meraihnya, jika kita punya kemauan dan keuletan dalam berusaha meraihnya.
Pemahaman tentang terkabulnya setiap doa kita, seperti uraian saya di atas adalah sangat penting. Jika Anda sudah memahami, bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa selalu mengabulkan doa yang kita panjatkan ke Dia, maka kita tidak akan mudah menyalahkan Tuhan. Sebaiknya kita “introspeksi diri”, sejauh mana kita sudah berusaha meraih doa-doa kita sendiri tersebut.

Sumber: 

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa meninggalkan komentar sobat, karena komentar sobat sangat berguna dan bermanfaat untuk perkembangan blog ini. Thanks You

 

AiyFeb Selalu Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates