Sabtu, 13 Agustus 2011

0 Cerpen - Azam & I'zam

Di pagi hari yang cerah, terdapat gedung mewah, tanaman bunga dan rumput hijau  tertanam dengan indah. Semua ini berawal dari kelas yang terpencil. Jauh dari kelas-kelas lainnya dua anak kecil bernama Azam dan I’zam.
Azam adalah teman sebangku I’zam di kelas. Mereka duduk di deretan paling depan . Ibu guru  menenpatkan mereka  disana karena postur tubuhnya yang kecil.
Azam tidak punya sepatu kalau bersekolah dia selalu bertelanjang kaki. Ibu guru tidajk pernah marah bila ada muridnya yang ke sekolah hanya memakai kaos & tanpa sepatu.
Wajah Azam & I’zam sangat mirip padahal mereka bukan saudara kembar. Perbedaan diantara mereka yakni I’zam bersih dan harum, sedangkan Azam dekil & dan juga bau. Rambutnya juga jarang di sisir, pakaian seragamnya selalu kusut. Azam mempunyai banyak adik, sehingga orang tuanya sering tidak sempat mengurusinya. I’zam kadang mengerutkan hidung karena mencium bau tubuhnya Azam. Tapi itu tidak berarti I’zam membencinya. Azam anak yang baik. Bila sekolah usai Azam sering mengajak I’zam berenang di sungai.
Suatu hari Azam tidak masuk sekolah. Begitu 3 hari ia tidak masuk, I’zam jadi gelisah. Ada apa dengan Azam ? Apakah Azam sakit ? sepanjang perjalannya I’zam terus memikirkan Azam. Sepulang sekolah I’zam menjenguknya. Ternyata Azam tidak sakit, di dapati I’zam sedang bermain dengan adik-adiknya.” Kanapa kamu tidak masuk sekolah “? Tanya I’zam, aku malu! Jawab Azam dengan kepala menunduk.” Kenapa “ ? aku belum bayar uang sekolah.”. Buat apa malu ? “ Itukan bukan salahmu.” Tutur I’zam tetapi Azam tetap sedih. Mendadak I’zam ingat, bahwa I’zam punya uang tabungan di bank. I’zam tersenyum dan berkata.” Kalau sudah bayar apakah kamu mau sekolah lagi ? “ Ya “. Tapiorang tuaku nggak mungkin bisa bayar sekarang .” Jawab Azam”. Kamu tidak usah menunggu sampai punya uang. Aku punya rencana. “ Kata I’zam “. Aku akan melunasi uang sekolahmu dengan uang tabunganku. Aku tidak bisa menerimanya. Aku bukan pengemis .” Jawab Azam dengan wajah yang sedih “. Kamu bukan pengemis. “ Saut I’zam dengan sambil marayu Azam”. Kumohon terimalah. Tapi apakah orang tuamu tidak akan marah? “ Tanya Azam “, Nggak! Jawab I’zam dengan singkat. Orang tuaku sedikit marah jika tau sebagian uang tabunganku berkurang. Tapi setelah mereka tau berkurangnya uang tabunganku untuk  membantu temanku, mereka tersenyum kepada aku & semakin saying sama aku.” Jawab I’zam dengan memegang pundak Azam “. Dan akhirnya Azam menerima bantuan I’zam, keesokan harinya mereka sudah mulai masuk sekolah seperti biasanya serta juga Azam sudah dapat membayar sekolahnya.
Tidak ada yang berharga di dunia ini kecuali persahabatan, bahkan uangpun tidak bisa membeli segalanya yang ada di dunia.

THE END

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa meninggalkan komentar sobat, karena komentar sobat sangat berguna dan bermanfaat untuk perkembangan blog ini. Thanks You

 

AiyFeb Selalu Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates